Entri Populer

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 24 Oktober 2011

PEROLEHAN SEMENTARA PILGUB BANTEN

Hasil Perolehan Suara Sementara Pilgub Banten / 24 Oktober 2011 Pukul 15.00 WIB
no 1) 2.099.994 / 51,24%
no 2) 1.519.818 / 37,08%
no 3) 487.694 / 11,68%
Total suara masuk 4.098.506 / 57,57% dari jumlah DPT 7.118.587
Sumber : HASIL PERHITUNGAN MANUAL DESK PILKADA DPD PDI PERJUANGAN PROVINSI BANTEN

Selasa, 07 Juni 2011

Peringatan Bulan Bung Karno 2011

66 Tahun Hari Lahir Pancasila, 01 Juni 1945-2011
110 Tahun Hari Lahir Bung Karno, 06 Juni 1901-2011
41 Tahun Wafatnya Bung Karno, 21 Juni 1970-2011

Tema : "Pancasila Jiwa Bangsa"
Kegiatan DPD Partai
1. Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 tahun 2011
2. Diskusi Publik Hari Lahir Pancasila
3. Pameran Foto-Foto Perjuangan Bung Karno
4. Bulan Bakti Kesehatan/Sosial Bulan Bung Karno 2011
5. Pemasangan  Media Luar Ruang

Rabu, 16 Februari 2011

PENDAFTARAN CAGUB DAN CAWAGUB BANTEN


logo perfected.jpg

DEWAN PIMPINAN DAERAH
PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
PROVINSI BANTEN
Jln. H. Muslim, Cikulur – Lingkar Selatan Kota Serang – Provinsi Banten, Telp. (0254) 204111, Fax. (0254) 216963

PENGUMUMAN
PENDAFTARAN CALON GUBERNUR / CALON  WAKIL GUBERNUR
PROVINSI BANTEN PERIODE 2012 – 2017
Nomor: 02/ PNT. DFT / DPD – PDIP / BTN / II / 2011

Berkaitan dengan ketentuan Pasal 59 ayat (4) Umdang – Undang No. 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah juncto Pasal 7 ayat (4) dan ayat (5) Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PDI Pejuangan, Surat Keputusan DPP PDI Perjuangan Nomor 423/KPTS/DPP/X/2009 tentang Penyempurnaan Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, serta sesuai dengan Tahapan, Jadwal, dan Program Waktu Penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Banten Tahun 2011. Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Banten membuka Pendaftaran bagi Calon Kepala Daerah atau Calon Wakil Kepala Daerah  Tahun 2011 dengan persyaratan sebagai berikut:

1.        Calon Gubernur atau calon Wakil Gubernur adalah Warga Negara Republik Indonesia yang memenuhi syarat:
a.        bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b.        setia kepada Pancasila 1 Juni 1945 sebagai Dasar Negara, Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, cita – cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
c.        berpendidikan sekurang-kurangnya Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dan/atau sederajat;
d.        berusia sekurang – kurangnya 30 (tiga puluh) tahun bagi calon Gubernur / Calon Wakil Gubernur, saat pendaftaran;
e.        sehat jasmani dan rohani berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan;
f.         sanggup melakukan perjanjian kesepahaman politik;
g.        tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;
h.        tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;
i.         mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat didaerahnya;
j.         menyerahkan hasil survey atas pengenalan dan keterpilihan secara objektif, yang dilakukan oleh suatu  lembaga riset independen;
k.        menyertakan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)  7 (tujuh) lembar;
l.         menyerahkan secara garis besar daftar kekayaan pribadi;
m.      tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan/atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara;
n.        tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap;
o.        memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau bagi yang belum mempunyai NPWP wajib mempunyai bukti pembayaran pajak.
p.        menyerahkan naskah visi, misi dan program calon secara tertulis.
q.        menyerahkan daftar riwayat hidup lengkap yang memuat antara lain riwayat pendidikan dan pekerjaan serta keluarga kandung, suami atau istri;
r.         menyertakan pas foto terbaru calon Gubernur atau calon Wakil Gubernur ukuran 4 cm x 6 cm berwarna dengan latar belakang merah sebanyak 7 (tujuh) lembar.
s.        belum pernah menjabat sebagai Gubernur atau Wakil Gubernur selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama; dan
t.         tidak dalam status sebagai penjabat kepala daerah.
2.        Pengambilan Formulir dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Februari 2011 s/d Kamis, 17 Februari  2011.
3.        Pendaftaran dan Penyerahan syarat-syarat calon Gubernur atau calon Wakil Gubernur dilaksanakan pada hari Kamis, 17 Februari 2011 s/d hari Senin, 21 Februari 2011.
4.        Waktu                      : Pukul 09:00 s/d 16:00 WIB.
Tempat                    : Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten.
  Jln. H. Muslim, Cikulur – Lingkar Selatan Kota Serang – Provinsi Banten,
  Telp. (0254) 204111, Fax. (0254) 216963

PANITIA
PENDAFTARAN CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR
DPD PDI PERJUANGAN PROVINSI BANTEN

Ketua


Sekretaris
.
Mengetahui;
DEWAN PIMPINAN DAERAH
PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
PROVINSI BANTEN
Ketua

ttd
Jayeng Rana

Senin, 10 Januari 2011

POKOK-POKOK PIKIRAN TENTANG SOLIDARITAS SOSIAL


POKOK-POKOK PIKIRAN TENTANG SOLIDARITAS SOSIAL
(22 Desember hari Ibu dan Hari sosial)

1.     Bangsa kita sedang diterpa beragam bencana. Belum lalai dengan banjir bandang di Wasior, Papua, dan banjir Jakarta yang membuat lumpuh transportasi, kita sudah dirundung duka dengan gempa dan tsunami di Mentawai, Sumatra Barat, serta meletusnya Gunung Merapi di Magelang dan Yogyakarta.

2.     Agaknya berbagai bencana dan terutama penangannya mesti dijadikan pelajaran dan persiapan oleh pemerintah provinsi Banten. Mengingat saat ini kelemahan sistemik dan kebijakan yang masih dirasakan masih lambat  dalam mengantisipasi berbgaai persoalan bencana. Pemerintah provinsi Banten perlu menumbuhkan Gerakan masyarakat sipil dalam kerangka melakukan konsolidasi sosial. Tentu saja hal ini akan berhasil jika pemerintah provinsi Banten mampu memberikan tauladan kepemimpinan yang sama antara ucapan dan tindakan.

3.     Penanganan bencana tentu saja tidak perlu menunggu datangnya musibah. Oleh karena itu indicator dari kesiapan dan kesigapan mengantisipasi persoalan mendasar masyarakat dapat menjadi ukuran saat ini seperti penanganan gizi buruk, kemiskinan dan potensi negative atas sempitnya lapangan pekerjaan.

4.     Tingkat solidaritas sosial itu juga mesti dimiliki oleh elite politik di Banten. elite politik mesti menggerakkan politiknya dalam menciptakan solidaritas sosial di Banten. Ada catatan tersendiri mengenai bencana dan elit politik yang kerapkali memanfaatkan untuk kepentingan politis. Bencana harus disikapi dengan sikap kemanusiaan, membela rasa kemanusiaan kita, bukan ajang kampanye politik.

5.     Bung Karno kerapkali mengingatkan bahwa persatuan akan menjadikan Indonesia terus bangkit. Artinya Banten mesti bangkit dan menjadi contoh bersatunya pluralitas menghadapi keterpurukan dengan keberagaman antarwarga bangsa tanpa harus membatasi komunitas, ras, suku, dan agama akan menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang bangkit menuju pencerahan. Solidaritas social di Banten akan menjadi modal fundamental membangun peradaban Banten yang dulu pernah jaya pada masa keemasan Sultan Ageng Tirtayasa.










GEPENG DI BANTEN

1.      Orang gila (orgil) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) belakangan ini tampak makin banyak berkeliaran di kawasan Kota Rangkasbitung, Pandeglang, Serang, dan Cilegon. Khusus orang gila, bahkan ada yang tidak mengenakan busana sama sekali, tapi setiap hari tampak hilir mudik di sekitar pasar dan Stasiun Kereta Api Rangkasbitung.

2.      Para pengemis dari berbagai kelompok usia juga tampak memadati hampir setiap kompleks perumahan yang ada di Serang, Rangkasbitung, dan Cilegon. Tidak sedikit kalangan pemerintahan yang percaya bahwa maraknya gepeng (gelandangan dan pengemis) yang mulai marak di Banten sengaja didrop oleh pihak-pihak tertentu (termasuk pemerintah daerah lain karena kewalahan atas eksistensi gepeng didaerahnya).

3.      Dalam konteks pembahasan di atas ini maka saya ingin mengatakan dua hal paling prinsip, pertama, yakni gepeng juga merupakan warga Negara Indonesia yang tidak boleh dianggap sampah dan beban suatu pemerintahan. Oleh karena itu penyikapan “jika benar terjadi adanya droping atas gepeng” adalah bentuk dari pelanggaran bernegara. Kedua, merupakan kewajiban pemerintah dimanapun lokasinya untuk memelihara gepeng sebagai amanat konstitusi yang mengatakan bahwa tugas dan kewajiban negaralah untuk memuliakan segenap manusia Indonesia dari segenap bencana yang ada termasuk kemiskinan.

4.      Provinsi Banten perlu menjadi provinsi pelopor untuk segera menangani gepeng secara sistematis dan bermartabat dalam kerangka memuliakan martabat dan harkat manusia Indoensia yang ada di Banten

PARTAINYA WONG CILIK


(Memperingati PDI Perjuangan ke 38 Tahun)

Oleh
Ananta Wahana, SH.
Sekretaris DPD PDI Pejuangan Banten
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banten

Hari ini genap sudah usia PDI Perjuangan ke 38 tahun. Lahir pada 10 Januari 1973 lalu, Hasil dari fusi lima partai politik. Yakni  Parkindo, Partai Katolik, IPKI, Murba dan PNI yang  didirikan oleh Bung Karno pada 4 Juli 1927. Bung Karno, tercatat sebagai satu fragmen dari ‘the Founding Father’-nya Indonesia. Sikap revolusioner, berwibawa, tegas, didukung pula dengan pemikiran yang brilian, menempatkan ia pada posisi penting dalam sejarah pemikir politik Indonesia. Hasilnya, lahir ide besar Nasionalisme Indonesia. Menurut Bung Karno, seorang Nasionalis sejati adalah orang yang bersedia berbakti dan memperbaiki nasib kaum marhaen dari segala kemelaratan serta melindungi rakyat dari penindasan.
Fusi tersebut tentu saja atas pressure Orde Baru yang menghendaki adanya pengerdilan atas idiologi partai. Kini PDI Perjuangan, tidak lagi mempermasalahkan fusi tersebut. Karena Ketua Umum PDI Perjuangan sudah menyatakan tuntas fusi  untuk kembali kepada jalan ideologi Pancasila 1 Juni 1945, di Denpasar, Bali April 2010 yang lalu. Pidato Ibu Megawati Soekarno Putri ini sangat bermakna di tengah kekosongan pidato berisi muatan ideologis dalam demokrasi liberal saat ini.
Pidato Ketua Umum Partai Moncong Putih  ini mengamanatkan : Kita diajarkan dan ditakdirkan oleh sejarah bahwa perjuangan mengangkat harkat-martabat wong cilik seperti yang dilakukan Bung Karno adalah lebih utama dari urusan bagi-bagi kekuasaan. Saya ingin tegaskan bahwa dalam dialektika dengan rakyat tugas sejarah setiap kader akan dinilai dan tugas sejarah dari partai akan ditimbang. Saya berkeyakinan, dalam kegotong-royongan dan permusyawaratan dengan rakyat, masa depan PDI Perjuangan akan menemukan puncak keemasannya. Karenanya sebagai kader, kita harus berbangga bukan ketika kita bersekutu dengan kekuasaan, tapi ketika kita bersama-sama menangis dan bersama-sama tertawa dengan rakyat.”
Selanjutnya, Ibu Megawati mengatakan dalam pidatonya : ”Sebagai partai ideologis posisi kita sangat jelas, kita tidak akan pernah menjadi bagian dari kekuasaan yang tidak berpihak pada wong cilik. Apalagi dari sudut ketata-negaraan yang kita anut, diskursus mengenai oposisi-koalisi tidak punya pondasi untuk diperdebatkan. Kita tidak perlu terjebak dalam diskursus semacam ini.”




Pidato Ibu Megawati Soekarno Putri di atas tidak berarti menempatkan PDI Perjuangan menjadi anti kekuasaan. Tetapi makna dari pidato tersebut untuk menegaskan bahwa jika PDI Perjuangan harus memegang tampuk pemerintahan, biarkan itu terjadi karena kehendak rakyat. Dan sebaliknya, jika rakyat menghendaki kita menjadi kekuatan penyeimbang agar prinsip checks and balances bisa berjalan, biarkan kehendak rakyat itu terjadi.
Sebagai kekuatan pengontrol dan penyeimbang, PDI Perjuangan  bukan saja diwajibkan untuk mengkritik. Tapi juga untuk mengajukan berbagai alternatif kebijakan. Bagi kepentingan bangsa ini, hal ini sangat strategis karena akan tersedia pilihan-pilihan yang semakin beragam bagi masyarakat untuk memilih.
Ada yang menganggap bahwa Mega hanya “jual kecap”, pidato tersebut hanya pemanis yang dibuat-buat untuk memulihkan citra politik PDI Perjuangan. Sebagian lagi menganggap, Pidato Putri Bung Karno ini tak lebih dari sebuah melodrama politik. Namun apapun tudingan itu, bagi saya, segala sesuatu itu harus diletakkan pada konteksnya dan ditimbang sesuai ukurannya.
Ditengah pragmatisme politik yang menggila, masih tampak pada masyarakat, harapan kepada PDI Perjuangan kembali untuk memperoleh  kemenangan partai untuk mewujudkan kesejahteraan dan berkemakmuran Masyarakat. Inilah tugas terberat PDI Perjuangan dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya kali ini. Dalam konteks ini, Bung Karno berpesan : “dalam upaya menjaga bara perjuangan, “kita masih hidup dalam alam perjuangan dan kita akan tetap hidup dalam alam perjuangan itu, dalam arti yang luas. Untuk dapat berjuang, maka sesuatu bangsa harus mempunyai kemauan untuk berjuang dan pemimpin berkewajiban menghidupkan kemauan untuk perjuangan itu. Pemimpin harus mengaktivir massa untuk berjuang. Dan dengan suatu partai yang menuntun Rakyat di dalam menuju kepada maksud dan cita-cita, partailah yang memegang obor, partailah yang jalan di muka, partailah yang menyuluhi jalan yang penuh dengan ranjau sehingga menjadi jalan terang. Dalam pada itu, partai tidak boleh menjadi mesin yang tidak bernyawa dan tak berubah. Partai yang demikian itu adalah partai yang tidak hidup, dan topan zaman akan segera menyapunya dari muka bumi.“ 
Pemikiran besar  Bung Karno, amanat Megawati untuk kembali ke jalan ideologi dan penetrasi liberalisme ke dalam setiap sum-sum tulang Nasionalisme Indonesia, pada akhirnya mesti dimuarakan pada pentingnya mengimplementasikan secara sungguh-sungguh perjuangan mengangkat wong cilik pada ulang tahun PDI Perjuangan kali ini.






Sebagai partai besar yang dikenal berbasis pada wong cilik, agenda politik yang berpihak pada peningkatan kualitas kehidupan rakyat menjadi signifikan dalam setiap program dan evaluasi partai. Artinya, keseimbangan partai dan tolok ukur keberhasilan partai sudah seharusnya diletakkan pada kemampuan partai menjadi “pengawal” kepentingan rakyat. Hal inilah yang sesungguhnya menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi PDI Perjuangan ke depan di tengah krisis kepemimpinan dan edukasi partai politik secara nasional.
Di Banten, resistensi wong cilik atas kekuasaan masih cukup  tinggi. Lemahnya bargaining position wong cilik terhadap segenap perangkat kekuasaan menyebabkan wong cilik hampir selalu berada pada posisi marginal. Gizi buruk, minimnya akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas, kesehatan dan pekerjaan serta penghidupan yang layak menjadi sederet masalah wong cilik yang masih mengedepan.   Dalam praksis politik bisa jadi partai politik apapun mengalami penurunan kepercayaan publik, namun saya meyakini PDI Perjuangan masih menjadi tumpuan pilihan untuk kembali ke jalan yang benar, yakni jalan ideologi. Jalan yang dibangun untuk dilalui wong cilik menuju harapan dan masa depannya. Karena kedekatan PDI Perjuangan selama ini dengan wong cilik adalah pilihan ideologi.
Karena itu, fungsi dan peranan partai politik dalam proses interaksi antara negara dengan rakyat dalam wujud kebijakan publik, mesti mengubah dirinya menjadi partai modern. Sebab, bila partai politik tidak dapat beranjak dari fungsi konvensionalnya yang sebatas perebutan kekuasaan semata, maka dalam konteks dinamika sosial yang ada, partai politik tidak akan menemukan makna perjuangannya.
Kini, masyarakat tidak lagi memandang politik sebatas ikatan ideologis dan keyakinan semata. Masyarakat modern lebih melihat po­litik sebagai proses aktualisasi diri dan kepentingan mereka yang akan diwujudkan dalam bentuk kebijakan publik. Dalam hal ini apa yang disebut dengan partisipasi rakyat menjadi satu kunci dalam mengidentifikasi kiprah lembaga-lembaga sosial politik, dalam hal ini partai politik.
Seberapa jauh PDI Perjuangan mampu menuntaskan pekerjaan ideologinya untuk bersama-sama wong cilik melakukan perubahan ? Jawabannya tentu saja terletak pada semangat juang para pekerja partai untuk melakukan serangkaian momentum politik yang mendekatkan wong cilik pada hakikat legitimasinya: pemilik kedaulatan yang berhak untuk hidup jauh lebih baik di negerinya sendiri. Dirgahayu PDI Perjuangan Yang ke 38 Tahun semoga ke depan lebih baik. Merdeka !!!!! 

PDI Perjuangan Harus Menjadi Partainya Wong Cilik

Hari ini 10 Januari 2011 PDI Perjuangan tepat 38 Tahun. Sebagai Partai, tentunya di hari ulang tahun ini sangat penting bila dipakai sebagai momentum untuk melihat perjalanannya di tenga-tengah masyarakat sekaligus untuk mengukuhkan kembali komitmennya. Oleh karena itu, penting kami menyampaikan hal sebagai berikut :

1.   PDI Perjuangan lahir pada 10 Januari 1973 lalu, hasil dari fusi lima partai politik. Yakni  Parkindo, Partai Katolik, IPKI, Murba dan PNI yang  didirikan oleh Bung Karno pada 4 Juli 1927. Fusi tersebut tentu saja atas pressure Orde baru yang menghendaki adanya pengerdilan atas idiologi partai.

2.   Syukur alhamdullilah sekarang  PDI Perjuangan telah mampu melewati upaya pensiasatan Orba dalam upaya pengkerdilan itu. Ini ditandainya dengan mampunya melakukan TUNTAS FUSI yaitu PDI Perjuangan tidak lagi mempermasalahkan fusi. Ketua Umum PDI Perjuangan beserta seluruh kader partai telah bertekad untuk mengambil ideologi Pancasila 1 Juni 1945 sebagai jalan ideologinya.

3.  Penegasan hal tersebut diusampaikan kembali pada saat Kongres PDI Perjuangan III di Denpasar, Bali April 2010 yang lalu : “Kita diajarkan dan ditakdirkan oleh sejarah bahwa perjuangan mengangkat harkat-martabat wong cilik seperti yang dilakukan Bung Karno adalah lebih utama dari urusan bagi-bagi kekuasaan. Saya ingin tegaskan bahwa dalam dialektika dengan rakyat tugas sejarah setiap kader akan dinilai dan tugas sejarah dari partai akan ditimbang. Saya berkeyakinan, dalam kegotong-royongan dan permusyawaratan dengan rakyat, masa depan PDI Perjuangan akan menemukan puncak keemasannya. Karenanya sebagai kader, kita harus berbangga bukan ketika kita bersekutu dengan kekuasaan, tapi ketika kita bersama-sama menangis dan bersama-sama tertawa dengan rakyat. Sebagai  partai ideologis posisi kita sangat jelas, kita tidak akan pernah menjadi bagian dari kekuasaan yang tidak berpihak pada wong cilik. Apalagi dari sudut ketata-negaraan yang kita anut, diskursus mengenai oposisi-koalisi tidak punya pondasi untuk diperdebatkan. Kita tidak perlu terjebak dalam diskursus semacam ini.

4.  Hal tersebut di atas tidak berarti menempatkan PDI Perjuangan menjadi anti kekuasaan. Namun  menegaskan bahwa jika PDI Perjuangan harus memegang tampuk pemerintahan, biarkan itu terjadi karena kehendak rakyat. Dan sebaliknya, jika rakyat menghendaki kita menjadi kekuatan penyeimbang agar prinsip checks and balances bisa berjalan, biarkan kehendak rakyat itu terjadi. Sebagai kekuatan pengontrol dan penyeimbang, PDI Perjuangan  bukan saja diwajibkan untuk mengkritik. Tapi juga untuk mengajukan berbagai alternatif kebijakan. Bagi kepentingan bangsa ini, hal ini sangat strategis karena akan tersedia pilihan-pilihan yang semakin beragam bagi masyarakat untuk memilih.




5.   Di Banten, resistensi wong cilik atas kekuasaan masih cukup  tinggi. Lemahnya bargaining position wong cilik terhadap segenap perangkat kekuasaan menyebabkan wong cilik hampir selalu berada pada posisi marginal. Gizi buruk, minimnya akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas, kesehatan dan pekerjaan serta penghidupan yang layak menjadi sederet masalah wong cilik yang masih mengedepan.    Dalam praksis politik bisa jadi partai politik apapun mengalami penurunan kepercayaan publik, namun saya meyakini PDI Perjuangan masih menjadi tumpuan pilihan untuk kembali ke jalan yang benar, yakni jalan ideologi. Jalan yang dibangun untuk dilalui wong cilik menuju harapan dan masa depannya. Karena kedekatan PDI Perjuangan selama ini dengan wong cilik adalah pilihan ideologi.

6.   PDI Perjuangan perlu mengubah dirinya menjadi partai modern. Sebab, bila partai politik tidak dapat beranjak dari fungsi konvensionalnya yang sebatas perebutan kekuasaan semata, maka dalam konteks dinamika sosial yang ada, partai politik tidak akan menemukan makna perjuangannya. Kini, masyarakat tidak lagi memandang politik sebatas ikatan ideologis dan keyakinan semata. Masyarakat modern lebih melihat po­litik sebagai proses aktualisasi diri dan kepentingan mereka yang akan diwujudkan dalam bentuk kebijakan publik. Dalam hal ini apa yang disebut dengan partisipasi rakyat menjadi satu kunci dalam mengidentifikasi kiprah lembaga-lembaga sosial politik, dalam hal ini partai politik.

7. Seberapa jauh PDI Perjuangan mampu menuntaskan pekerjaan ideologinya untuk bersama-sama wong cilik melakukan perubahan ? Jawabannya tentu saja terletak pada semangat juang para pekerja partai untuk melakukan serangkain momentum politik yang mendekatkan wong cilik pada hakikat legitimasinya: pemilik kedaulatan yang berhak untuk hidup jauh lebih baik di negerinya sendiri. Dirgahayu PDI Perjuanagan, semoga ke depan lebih baik. Merdeka !!!!! 


Ananta Wahana Sekretaris DPD PDI Perjuangan Banten

Kamis, 06 Januari 2011

STRATEGI DAN TAKTIK PEMENANGAN PEMILU


REKOMENDASI
STRATEGI DAN TAKTIK PEMENANGAN PEMILU
PANDEGLANG

PENGANTAR
·         Gambaran medan perang, berdasarkan survey, gerakan struktural partai, dukungan tokoh, militansi kader, dan gerak gotong royong seluruh kader Partai, maka jalan kemenangan Pasangan IRAMA, no 5, berada di depan mata. Kunci saat ini: penerapan strategi pemenangan pemilu pada H-11.
·         Strategi tetap bertumpu pada gabungan serangan udara dan serangan darat dengan tetap fokus kepada pemilih. Fokus utama: daerah basis dan daerah padat penduduk.

KUNCI STRATEGI
Setiap peristiwa politik harus dirancang untuk mendapatkan keuntungan politik bagi pasangan IRAMA no 5.  Dan TIDAK boleh ada kesalahan strategi dan kesalahan tindakan menjelang H-11 dimana intensitas persaingan semakin kuat.
Strategi adalah mengalahkan strategi lawan; memecah aliansi lawan; dan yang terburuk baru menyerang basis pertahanan lawan.
Fokus tetap gerakan ke pemilih: harus dibangun atmosfir/persepsi menang atau kuat untuk pasangan IRAMA serta kecurangan pasangan No 6. Ini harus menjadi pembicaraan di setiap kerumunan.

SERANGAN UDARA
·         Serangan udara dilakukan melalui media cetak; radio; dukungan para tokoh; dan issue terhadap program yang membedakan pasangan IRAMA dengan pasangan lainnya.
·         Motode: setiap hari harus ada 1 issue utama untuk setiap segmen pemilih yang disampaikan melalui media cetak dan radio. Pemberitaan di media cetak kemudian di kliping, diperbanyak, dan manjadi alat bagi seluruh struktural partai dan kelompok relawan untuk membagi copy berita tersebut ke masyarakat/ rumah-rumah.







·         Rancangan pemberitaan:
Kamis, 16 desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen pemilih: pemuda dan mahasiswa
Pemuda dan mahasiswa adalah masa depan Pandeglang. Mereka harus dipersiapkan menjadi calon pemimpin yang berkarakter; yang memiliki tanggung jawab kemasyarakatan yang besar untuk membangun Pandeglang. Pelatihan kepemimpinan pemuda dan mahasiswa, serta melibatkan mereka dalam aktivitas sosial kemasyarakatan melalui pelatihan organisasi mutlak dilakukan.

Jumat 17  Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen Pemilih: Pedagang pasar tradisional dan kaki Lima
Pasangan IRAMA menyadari bahwa tulang punggung perekonomian Pandeglang adalah rakyat kecil. Karena itulah, kami telah belajar dari Walikota Surakarta dan Surabaya, yang berhasil membangun kota yang manusiawai dan menjadikan pasar tradisional sebagai pusat transaksi perdagangan rakyat. Melalui APBD yang berpihak, maka pasar tradisional harus segera dibangun dan pemda memfasilitasi manajemen pengelolaan pasar yang bersih, aman, dan menempatkan pedagang pasar dan kaki lima sebagai prioritas pembinaan.
Walikota Solo yang berasal dari PDI Perjuangan telah membuktikan bahwa selama 5 tahun mampu membangun 13 Pasar tradisional dan melarang pendirian supermarket.

Sabtu 18 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen pemilih: Petani.
Press release pasangan calon.
Atas doa restu masyarakat Pandeglang, pasangan IRAMA, pasangan no 5, apabila diijinkan oleh rakyat untuk memimpin Pandeglang, maka bagi saudara-saudara para petani, kami bertekad:
·         Meningkatkan kesejahteraan petani dengan meningkatkan produksi gabah dari ...ton/ha, menjadi ..ton/ha (pengalaman di Bantul, dari 4.5 ton menjadi 7 ton/ha) melalui penyediaan bibit unggul yang sesuai dengan kondisi tanah di Pandeglang; meningkatkan ketrampilan petani di dalam berproduksi melalui penerapan metode SRI; dan campur tangan pemda guna memberikan jaminan terhadap stabilitas harga gabah yang memberikan keuntungan petani; stabilisasi harga pupuk dan ketersediaan pupuk; serta perbaikan sarana irigasi
·         Menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dengan memfasilitasi ternak sapi untuk rakyat. Peternakan sapi yang terintegraasi menjamin ketersediaan pupuk organik bagi petani.
·         Kerjasama dengan perguruan tinggi diperlukan untuk tercapaianya program di atas; Disamping itu, rancangan kebijakan anggaran melalui APBD harus difokuskan untuk menopang program di atas.

Senin, 20 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Pembangunan Infrastruktur Desa
·         Rakyat Pandeglang dikenal sifatnya yang suka bergotong royong. Ketika kami memimpin, kami menyadari bahwa dana pembangunan infrastruktur desa sangat terbatas. Namun pengaspalan jalan desa ini sangat penting sebagai bagian dari uratnadinya ekonomi rakyat. Krn itulah pembangunan infrastruktur desa akan dilakukan dengan melibatkan masyarakat desa. Pemda menyediakan material, alat berat dan standar upah untuk perbaikan jalan desa dengan cara gotong royong. Program ini selain meningkatkan pendapatan masyarakat desa, juga akan menjadi sarana pengangkutan hasil bumi.
·         Perbaikan rumah rakyat yang layak huni akan menjadi skala prioritas. Kepemimpinan kami harus memastikan agar rakyat mendapatkan rumah yang layak dan sehat.

Selasa, 21 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen Pemilih: Ibu-ibu
Sudah terbukti, bahwa daerah akan maju, dan akan mencapai standar kesejahteraan dan kemandirian ekonomi rumah tangga, apabila pemerintah daerah memberikan perhatian yang lebih kepada kaum perempuan. Perempuan adalah sumber kebudayaan. “Selama kepemimpinan saya, tidak ada lagi Ibu-ibu yang kekurangan gizi pada saat melahirkan”. Peningkatan kemampuan produksi rakyat akan memprioritas pada pemberian ketrampilan Ibu-ibu. Kalau perlu kita akan datangkan para ahli dari Jawa Tengah, bahkan kita hrs memiliki kemampuan eksport. Ini semua tidak terlepas dari program menempatkan perempuan sebagai pilar kemajuan masyarakat Pandeglang.



Rabo, 22 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen pemilih: Ibu-ibu dan sekaligus peringatan hari Ibu.
Secara serentak di 5 kecamatan diadakan atraksi oleh para Ibu-ibu, bisa berupa kerja bakti merawat mesjid/mushola sekaligus masak-memasak; kepemimpinan perempuan; pemberdayaan ekonomi perempuan, maupun berbentuk karnaval dengan berjalan kaki bersama calon, melewati tempat-tempat strategis yang banyak kerumunan orang, dengan diiringi oleh kesenian Pandeglang dan Drum Band.

Kamis, 23 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen pemilih: Para budayawan
Sepesat apapun pembangunan tidak boleh melupakan ciri khas Pandeglang yang kental dengan nilai-nilai budaya dan religi. Karena itulah pengembangan kebudayaan Pandeglang tidak hanya berorientasi internal, namun juga eksternal untuk diperkenalkan ke provinsi lain, bahkan ke Mancanegara. Kesenian, atraksi debus, produk kerajinan, furniture dll yang khas Pandeglang dikemas menjadi satu kesatuan produk kebudayaan.

Jumat, 24 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen pemilih: Guru;
Press release pasangan calon
Masa depan Pandeglang akan sangat ditentukan oleh kebijakan untuk menyiapkan generasi muda Pandeglang. Pendidikan yang membangun karakter, dengan dilandaskan pada kultur Banten yang religius, serta berorientasi pada peningkatan martabat rakyat agar siap bekerja secara mandiri mutlak dilakukan. Peningkatan pendidikan dan ketrampilan guru mutlak dilakukan. Kami akan bekerja sama dengan beberapa universitas untuk peningkatan kualitas guru.

·         Serangan udara memalui media dalam bentuk pemberitaan tersebut pada saat bersamaan dilakuka pemutaran iklan melalui Radio seperti rekaman Pasangan calon; Ananta Wahana, dll sesuai segmen pemilih yang digarap.

Kriteria Keberhasilan serangan udara:
Serangan udara akan dinilai efektif apabila ketika petani di semua kecamatan ditanya program unggulan Pasangan IRAMA no 5 terhadap pertanian mereka dapat memberikan jawaban yang sama. Artinya pesan sudah ditangkap oleh segmen pemilih. Karena itulah SANGAT DILARANG untuk memberikan program terlalu banyak ke pemilih. Hanya 1 program, atau maksimum 2 program untuk setiap segmen pemilih. Demikian pula untuk segmen pemilih yang lain. Harus ada pesan yang sama yang ditangkap pemilih.

Manumen
Pada saat bertemu dengan kelompok masyarakat, pasangan calon juga dapat membuat monumen sederhana, atau menandatangani kontrak politik.
Misal ketika bertemu dengan pedagang pasar, calon dapat membuat monumen, berupa menandatangani Baliho kecil, dimana di dalamnya tertulis “Ketika kami dipercaya rakyat memimpin Pandeglang, maka pasar tradisional, ini akan kami perbaiki, kami bangun, kami benahi tata kelola manajemen Pasar. Pasar ini dengan demikian menjadi pusat perkembangan ekonomi rakyat. Dan kami berjanji untuk tidak memberi ijin pembangunan mal atau supermarket yang bisa mematikan pasar tradisional. Pembangunan pasar tradisional ini akan diprioritaskan kepada para pedagang yang sudah berdagang di pasar ini. Dan tidak diperlukan uang muka untuk menggunakan kios untuk berdagang. Semoga Allah SWT merestui niat tulus ini”. Baliho kecil tersebut kemudian ditandatangani oleh kedua calon, dengan saksi yang diambil dari pedagang yang dianggap tokoh di pasar tsb.
Baliho tersebut dapat dibuat untuk pengembangan peternakan; komitmen pada Ibu-ibu sesuai tema-tema serangan udara yang terdapat di tabel di atas.

SERANGAN DARAT
·         Bentuk-bentuk serangan darat: penggalangan tokoh; memecah tokoh aliansi lawan; menggalang dukungan dari calon dan pendukung calon yang tidak punya prospek menang (dari hasil pilkada I); gerakan door to door mendatangi pemilih; dan operasi khusus pada H-1 dan hari H untuk membangun persepsi kuat.
·         KPUD, PPK sampai KPPS serta kepolisian dijadikan variable pemenangan sehingga harus ada upaya penggalangan kepada mereka dengan target optimal mereka bisa netral terhadap jalannya pilkada
·         Serangan udara dan serangan darat harus bisa membangun PERSEPSI MENANG. Kalau dari seluruh lini berkata: “pasangan no 5 paling kuat”, dan disisi lain dikatakan: “pasangan no 6, curang yang dibuktikan dengan hasil MK”, maka persepsi menang tersebut akan SULIT DITEMBUS oleh serangan fadjar.
·         Kunci serangan darat: mendatangi langsung ke pemilih. Berbicara dan meyakinkan pemilih. Karena itulah serangan darat hanya bisa dilakukan oleh Partai yang memiliki kader militan. Terbukti bahwa gotong royong PDI Perjuangan jauh lebih besar daripada lainnya.
·         Serangan darat diawali dari daerah padat penduduk, dan pada H-3 hanya berkonsentrasi pada daerah basis.
·         SERANGAN DARAT JUGA SEMAKIN EFEKTIF apabila didukung oleh orang-orang yang dianggap tokoh dan memiliki ketrampilan berbicara, meyakinkan dan ketrampilan membujuk, YANG KEMUDIAN MENDATANGI PASAR, BANJAR, dan rumah-rumah tokoh lokal seperti ketua RT.
·         Serangan darat sekaligus melakukan perkiraan perolehan suara.

Bagaimana Membagi Sumber Daya?
Dari pengalaman setiap orang mampu mendatangi 20 sd 30 rumah tangga per hari. Logistik dari tim serangan darat ini harus dilengkapi dengan dana operasional dan logistik berupa sticker dan kartu saku, dan contoh kertas suara.
Apabila tim memiliki pasangan serangan darat sebanyak 100 orang, maka penugasan tim tersebut di setiap kecamatan harus proporsional dengan jumlah penduduk. Misal di kecamatan Menes dimana prosentasi penduduk sekitar 40% yang tinggal di kec tersebut, maka tim serangan darat yang bertugas di kecamatan tsb sebesar 40 orang. 40 orang ini kemudian bergerak ke desa-desa di kec Menes secara proporsional. Adapun penduduk yang didatangi harus dipilih secara acak. Kecuali pada H-5, fokus serangan darat untuk emmantapkan basis dukungan (bukan melakukan ekspansi). Harap diingat bahwa menggarap segmen pemilih baru/pemilih baru dengan maksud ekspansi pada H-5 sudah tidak efektif.

PENGAMANAN TERITORIAL
Bentuk strategi lain pada H-3 adalah melakukan pengamanan teritorial, dimana desa atau kelurahan yang dipastikan memberikan dukungan ke IRAMA, harus dijaga oleh kader militan, termasuk satgas agar tidak di-infiltrasi oleh pasangan dari pihak lawan.
Pengamanan teritorial ini juga untuk menangkal money politic ytng dilakukan pada H-1. Apabila pihak lawan terbukti melakukan money politic, maka segera ditangkap; dilaporkan ke Panwaslu; dan diproses hukum. Jangan lupa segera membuat berita acara atas temuan kecurangan tsb.

INFILTRASI KE MUSUH
Menjelang H-7 sangat efektif untuk perang urat saraf dan infiltrasi ke musuh. Misal ada seorang camat yang nyata-nyata mendukung pasangan no 6, maka harus dicari orang yang disegani oleh camat tersebut. Orang tsb lalu mendatangi camat tsb dan menyampaikan bahwa terlalu bahaya dalam karirnya apbl terang-terangan mendukung no 6, dan menunjukkan hasil survey yang menempatkan calon no 5 sebagai pemenang. Orang tsb kemudian membujuk camat tersebut agar merubah sikapnya menjadi netral. Yang paling bagus apabila camat tersebut berbalik menjadi pendukung no 5 dengan jaminan dari pasangan no 5 untuk mendapatkan promosi apabila pasangan no 5 menang.

OPERASI KILAT
Operasi kilat hanya efektif apabila dilakukan pada H-2 sehingga tidak bisa ditiru oleh pihak lawan. Operasi kilat ini bisa berupa: komitmen anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan calon untuk memperjuangkan dana pemberdayaan RT sebesar Rp. 2 juta per tahun (tetapi tidak boleh ditandatangani calon). Yang membuat komitmen adalah anggota legislatif dari PDI Perjuangan untuk memperjuangkan hal tersebut apabila pasangan no 5 menang. Dan tugas tsb sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi aspirasi dewan.
Surat simpatik bisa ditujukan untuk petani; peternak sapi; Ibu-ibu; pura; tokoh adat dll.

WASPADA: MENTALITAS JUANG
Seluruh Tim kampanye dan komandan peran di seluruh tingkatan harus mewaspadai di dalam menjaga mentalitas juang dan spirit menang. Biasanya lawan akan memperlemah kita dengan sengaja membagi dana dalam amplop dalam jumlah besar. Misal Rp. 100ribu per amplop dan sengaja dibagi agar salah satu amplop tersebut diterima oleh ranting kita. Sering kali ranting dan PAC merasa panik bahwa lawan telah membagi uang, dan kita tidak. Hal ini harus diubah menjadi hal positif, bahwa money politik menunjukkan lawan sudah takut, dan kemudian dengan sistem insentif bahwa siapa yang menangkap money politik diberi hadiah. Disisi lain harus ada penjelasan bahwa money politik itu hanya untuk mengacaukan pertahanan kita.

PENUTUP
Kunci kemenangan terletak pada figur; strategi; koordinasi; dan kemampuan untuk terus menerus memotivasi team. Jalan kemenangan sudah di depan mata. Selamat berjuang!!! Merdeka!!!!
Salam juang.
Desk Pilkada DPP PDI Perjuangan
Merdeka!!!!