1.Bangsakita sedang diterpa beragam bencana. Belum lalai dengan banjir bandang di Wasior, Papua, dan banjir Jakarta yang membuat lumpuh transportasi, kita sudah dirundung duka dengan gempa dan tsunami di Mentawai, Sumatra Barat, serta meletusnya Gunung Merapi di Magelang dan Yogyakarta.
2.Agaknya berbagai bencana dan terutama penangannya mesti dijadikan pelajaran dan persiapan oleh pemerintah provinsi Banten. Mengingat saat ini kelemahan sistemik dan kebijakan yang masih dirasakan masih lambat dalam mengantisipasi berbgaai persoalan bencana. Pemerintah provinsi Banten perlu menumbuhkan Gerakan masyarakat sipil dalam kerangka melakukan konsolidasi sosial. Tentu saja hal ini akan berhasil jika pemerintah provinsi Banten mampu memberikan tauladan kepemimpinan yang sama antara ucapan dan tindakan.
3.Penanganan bencana tentu saja tidak perlu menunggu datangnya musibah. Oleh karena itu indicator dari kesiapan dan kesigapan mengantisipasi persoalan mendasar masyarakat dapat menjadi ukuran saat ini seperti penanganan gizi buruk, kemiskinan dan potensi negative atas sempitnya lapangan pekerjaan.
4.Tingkat solidaritas sosial itu juga mesti dimiliki oleh elite politik di Banten. elite politik mesti menggerakkan politiknya dalam menciptakan solidaritas sosial di Banten. Ada catatan tersendiri mengenai bencana dan elit politik yang kerapkali memanfaatkan untuk kepentingan politis. Bencana harus disikapi dengan sikap kemanusiaan, membela rasa kemanusiaan kita, bukan ajang kampanye politik.
5.Bung Karno kerapkali mengingatkan bahwa persatuan akan menjadikan Indonesia terus bangkit. Artinya Banten mesti bangkit dan menjadi contoh bersatunya pluralitas menghadapi keterpurukan dengan keberagaman antarwarga bangsa tanpa harus membatasi komunitas, ras, suku, dan agama akan menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang bangkit menuju pencerahan. Solidaritas social di Banten akan menjadi modal fundamental membangun peradaban Banten yang dulu pernah jaya pada masa keemasan Sultan Ageng Tirtayasa.
GEPENG DI BANTEN
1.Orang gila (orgil) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) belakangan ini tampak makin banyak berkeliaran di kawasan Kota Rangkasbitung, Pandeglang, Serang, dan Cilegon. Khusus orang gila, bahkan ada yang tidak mengenakan busana sama sekali, tapi setiap hari tampak hilir mudik di sekitar pasar dan Stasiun Kereta Api Rangkasbitung.
2.Para pengemis dari berbagai kelompok usia juga tampak memadati hampir setiap kompleks perumahan yang ada di Serang, Rangkasbitung, dan Cilegon. Tidak sedikit kalangan pemerintahan yang percaya bahwa maraknya gepeng (gelandangan dan pengemis) yang mulai marak di Banten sengaja didrop oleh pihak-pihak tertentu (termasuk pemerintah daerah lain karena kewalahan atas eksistensi gepeng didaerahnya).
3.Dalam konteks pembahasan di atas ini maka saya ingin mengatakan dua hal paling prinsip, pertama, yakni gepeng juga merupakan warga Negara Indonesia yang tidak boleh dianggap sampah dan beban suatu pemerintahan. Oleh karena itu penyikapan “jika benar terjadi adanya droping atas gepeng” adalah bentuk dari pelanggaran bernegara. Kedua, merupakan kewajiban pemerintah dimanapun lokasinya untuk memelihara gepeng sebagai amanat konstitusi yang mengatakan bahwa tugas dan kewajiban negaralah untuk memuliakan segenap manusia Indonesia dari segenap bencana yang ada termasuk kemiskinan.
4.Provinsi Banten perlu menjadi provinsi pelopor untuk segera menangani gepeng secara sistematis dan bermartabat dalam kerangka memuliakan martabat dan harkat manusia Indoensia yang ada di Banten
Hari ini genap sudah usia PDI Perjuangan ke 38 tahun. Lahir pada 10 Januari 1973 lalu, Hasil dari fusi lima partai politik. Yakni Parkindo, Partai Katolik, IPKI, Murba dan PNI yang didirikan oleh Bung Karno pada 4 Juli 1927. Bung Karno, tercatat sebagai satu fragmen dari ‘the Founding Father’-nya Indonesia. Sikap revolusioner, berwibawa, tegas, didukung pula dengan pemikiran yang brilian, menempatkan ia pada posisi penting dalam sejarah pemikir politik Indonesia. Hasilnya, lahir ide besar Nasionalisme Indonesia. Menurut Bung Karno, seorang Nasionalis sejati adalah orang yang bersedia berbakti dan memperbaiki nasib kaum marhaen dari segala kemelaratan serta melindungi rakyat dari penindasan.
Fusi tersebut tentu saja atas pressure Orde Baru yang menghendaki adanya pengerdilan atas idiologi partai. Kini PDI Perjuangan, tidak lagi mempermasalahkan fusi tersebut. Karena Ketua Umum PDI Perjuangan sudah menyatakan tuntas fusi untuk kembali kepada jalan ideologi Pancasila 1 Juni 1945, di Denpasar, Bali April 2010 yang lalu. Pidato Ibu Megawati Soekarno Putri ini sangat bermakna di tengah kekosongan pidato berisi muatan ideologis dalam demokrasi liberal saat ini.
Pidato Ketua Umum Partai Moncong Putih ini mengamanatkan : “Kita diajarkan dan ditakdirkan oleh sejarah bahwa perjuangan mengangkat harkat-martabat wong cilik seperti yang dilakukan Bung Karno adalah lebih utama dari urusan bagi-bagi kekuasaan. Saya ingin tegaskan bahwa dalam dialektika dengan rakyat tugas sejarah setiap kader akan dinilai dan tugas sejarah dari partai akan ditimbang. Saya berkeyakinan, dalam kegotong-royongan dan permusyawaratan dengan rakyat, masa depan PDI Perjuangan akan menemukan puncak keemasannya. Karenanya sebagai kader, kita harus berbangga bukan ketika kita bersekutu dengan kekuasaan, tapi ketika kita bersama-sama menangis dan bersama-sama tertawa dengan rakyat.”
Selanjutnya, Ibu Megawati mengatakan dalam pidatonya : ”Sebagai partai ideologis posisi kita sangat jelas, kita tidak akan pernah menjadi bagian dari kekuasaan yang tidak berpihak pada wong cilik. Apalagi dari sudut ketata-negaraan yang kita anut, diskursus mengenai oposisi-koalisi tidak punya pondasi untuk diperdebatkan. Kita tidak perlu terjebak dalam diskursus semacam ini.”
Pidato Ibu Megawati Soekarno Putri di atas tidak berarti menempatkan PDI Perjuangan menjadi anti kekuasaan. Tetapi makna dari pidato tersebut untuk menegaskan bahwa jika PDI Perjuangan harus memegang tampuk pemerintahan, biarkan itu terjadi karena kehendak rakyat. Dan sebaliknya, jika rakyat menghendaki kita menjadi kekuatan penyeimbang agar prinsip checks and balances bisa berjalan, biarkan kehendak rakyat itu terjadi.
Sebagai kekuatan pengontrol dan penyeimbang, PDI Perjuangan bukan saja diwajibkan untuk mengkritik. Tapi juga untuk mengajukan berbagai alternatif kebijakan. Bagi kepentingan bangsa ini, hal ini sangat strategis karena akan tersedia pilihan-pilihan yang semakin beragam bagi masyarakat untuk memilih.
Ada yang menganggap bahwa Mega hanya “jual kecap”, pidato tersebut hanya pemanis yang dibuat-buat untuk memulihkan citra politik PDI Perjuangan. Sebagian lagi menganggap, Pidato Putri Bung Karno ini tak lebih dari sebuah melodrama politik. Namun apapun tudingan itu, bagi saya, segala sesuatu itu harus diletakkan pada konteksnya dan ditimbang sesuai ukurannya.
Ditengah pragmatisme politik yang menggila, masih tampak pada masyarakat, harapan kepada PDI Perjuangan kembali untuk memperoleh kemenangan partai untuk mewujudkan kesejahteraan dan berkemakmuran Masyarakat. Inilah tugas terberat PDI Perjuangan dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya kali ini. Dalam konteks ini, Bung Karno berpesan : “dalam upaya menjaga bara perjuangan, “kita masih hidup dalam alam perjuangan dan kita akan tetap hidup dalam alam perjuangan itu, dalam arti yang luas. Untuk dapat berjuang, maka sesuatu bangsa harus mempunyai kemauan untuk berjuang dan pemimpin berkewajiban menghidupkan kemauan untuk perjuangan itu. Pemimpin harus mengaktivir massa untuk berjuang. Dan dengan suatu partai yang menuntun Rakyat di dalam menuju kepada maksud dan cita-cita, partailah yang memegang obor, partailah yang jalan di muka, partailah yang menyuluhi jalan yang penuh dengan ranjau sehingga menjadi jalan terang. Dalam pada itu, partai tidak boleh menjadi mesin yang tidak bernyawa dan tak berubah. Partai yang demikian itu adalah partai yang tidak hidup, dan topan zaman akan segera menyapunya dari muka bumi.“
Pemikiran besar Bung Karno, amanat Megawati untuk kembali ke jalan ideologi dan penetrasi liberalisme ke dalam setiap sum-sum tulang Nasionalisme Indonesia, pada akhirnya mesti dimuarakan pada pentingnya mengimplementasikan secara sungguh-sungguh perjuangan mengangkat wong cilik pada ulang tahun PDI Perjuangan kali ini.
Sebagai partai besar yang dikenal berbasis pada wong cilik, agenda politik yang berpihak pada peningkatan kualitas kehidupan rakyat menjadi signifikan dalam setiap program dan evaluasi partai. Artinya, keseimbangan partai dan tolok ukur keberhasilan partai sudah seharusnya diletakkan pada kemampuan partai menjadi “pengawal” kepentingan rakyat. Hal inilah yang sesungguhnya menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi PDI Perjuangan ke depan di tengah krisis kepemimpinan dan edukasi partai politik secara nasional.
Di Banten, resistensi wong cilik atas kekuasaan masih cukup tinggi. Lemahnya bargaining position wong cilik terhadap segenap perangkat kekuasaan menyebabkan wong cilik hampir selalu berada pada posisi marginal. Gizi buruk, minimnya akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas, kesehatan dan pekerjaan serta penghidupan yang layak menjadi sederet masalah wong cilik yang masih mengedepan. Dalam praksis politik bisa jadi partai politik apapun mengalami penurunan kepercayaan publik, namun saya meyakini PDI Perjuangan masih menjadi tumpuan pilihan untuk kembali ke jalan yang benar, yakni jalan ideologi. Jalan yang dibangun untuk dilalui wong cilik menuju harapan dan masa depannya. Karena kedekatan PDI Perjuangan selama ini dengan wong cilik adalah pilihan ideologi.
Karena itu, fungsi dan peranan partai politik dalam proses interaksi antara negara dengan rakyat dalam wujud kebijakan publik, mesti mengubah dirinya menjadi partai modern. Sebab, bila partai politik tidak dapat beranjak dari fungsi konvensionalnya yang sebatas perebutan kekuasaan semata, maka dalam konteks dinamika sosial yang ada, partai politik tidak akan menemukan makna perjuangannya.
Kini, masyarakat tidak lagi memandang politik sebatas ikatan ideologis dan keyakinan semata. Masyarakat modern lebih melihat politik sebagai proses aktualisasi diri dan kepentingan mereka yang akan diwujudkan dalam bentuk kebijakan publik. Dalam hal ini apa yang disebut dengan partisipasi rakyat menjadi satu kunci dalam mengidentifikasi kiprah lembaga-lembaga sosial politik, dalam hal ini partai politik.
Seberapa jauh PDI Perjuangan mampu menuntaskan pekerjaan ideologinya untuk bersama-sama wong cilik melakukan perubahan ? Jawabannya tentu saja terletak pada semangat juang para pekerja partai untuk melakukan serangkaian momentum politik yang mendekatkan wong cilik pada hakikat legitimasinya: pemilik kedaulatan yang berhak untuk hidup jauh lebih baik di negerinya sendiri. Dirgahayu PDI Perjuangan Yang ke 38 Tahun semoga ke depan lebih baik. Merdeka !!!!!
Hari ini 10 Januari 2011 PDI Perjuangan tepat 38 Tahun. Sebagai Partai, tentunya di hari ulang tahun ini sangat penting bila dipakai sebagai momentum untuk melihat perjalanannya di tenga-tengah masyarakat sekaligus untuk mengukuhkan kembali komitmennya. Oleh karena itu, penting kami menyampaikan hal sebagai berikut :
1.PDI Perjuangan lahir pada 10 Januari 1973 lalu, hasil dari fusi lima partai politik. Yakni Parkindo, Partai Katolik, IPKI, Murba dan PNI yang didirikan oleh Bung Karno pada 4 Juli 1927. Fusi tersebut tentu saja atas pressure Orde baru yang menghendaki adanya pengerdilan atas idiologi partai.
2.Syukur alhamdullilah sekarang PDI Perjuangan telah mampu melewati upaya pensiasatan Orba dalam upaya pengkerdilan itu. Ini ditandainya dengan mampunya melakukan TUNTAS FUSI yaitu PDI Perjuangan tidak lagi mempermasalahkan fusi. Ketua Umum PDI Perjuangan beserta seluruh kader partai telah bertekad untuk mengambil ideologi Pancasila 1 Juni 1945 sebagai jalan ideologinya.
3.Penegasan hal tersebut diusampaikan kembali pada saat Kongres PDI Perjuangan III di Denpasar, Bali April 2010 yang lalu : “Kita diajarkan dan ditakdirkan oleh sejarah bahwa perjuangan mengangkat harkat-martabat wong cilik seperti yang dilakukan Bung Karno adalah lebih utama dari urusan bagi-bagi kekuasaan. Saya ingin tegaskan bahwa dalam dialektika dengan rakyat tugas sejarah setiap kader akan dinilai dan tugas sejarah dari partai akan ditimbang. Saya berkeyakinan, dalam kegotong-royongan dan permusyawaratan dengan rakyat, masa depan PDI Perjuangan akan menemukan puncak keemasannya. Karenanya sebagai kader, kita harus berbangga bukan ketika kita bersekutu dengan kekuasaan, tapi ketika kita bersama-sama menangis dan bersama-sama tertawa dengan rakyat. Sebagai partai ideologis posisi kita sangat jelas, kita tidak akan pernah menjadi bagian dari kekuasaan yang tidak berpihak pada wong cilik. Apalagi dari sudut ketata-negaraan yang kita anut, diskursus mengenai oposisi-koalisi tidak punya pondasi untuk diperdebatkan. Kita tidak perlu terjebak dalam diskursus semacam ini.”
4.Hal tersebut di atas tidak berarti menempatkan PDI Perjuangan menjadi anti kekuasaan. Namun menegaskan bahwa jika PDI Perjuangan harus memegang tampuk pemerintahan, biarkan itu terjadi karena kehendak rakyat. Dan sebaliknya, jika rakyat menghendaki kita menjadi kekuatan penyeimbang agar prinsip checks and balances bisa berjalan, biarkan kehendak rakyat itu terjadi. Sebagai kekuatan pengontrol dan penyeimbang, PDI Perjuangan bukan saja diwajibkan untuk mengkritik. Tapi juga untuk mengajukan berbagai alternatif kebijakan. Bagi kepentingan bangsa ini, hal ini sangat strategis karena akan tersedia pilihan-pilihan yang semakin beragam bagi masyarakat untuk memilih.
5.Di Banten, resistensi wong cilik atas kekuasaan masih cukup tinggi. Lemahnya bargaining position wong cilik terhadap segenap perangkat kekuasaan menyebabkan wong cilik hampir selalu berada pada posisi marginal. Gizi buruk, minimnya akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas, kesehatan dan pekerjaan serta penghidupan yang layak menjadi sederet masalah wong cilik yang masih mengedepan. Dalam praksis politik bisa jadi partai politik apapun mengalami penurunan kepercayaan publik, namun saya meyakini PDI Perjuangan masih menjadi tumpuan pilihan untuk kembali ke jalan yang benar, yakni jalan ideologi. Jalan yang dibangun untuk dilalui wong cilik menuju harapan dan masa depannya. Karena kedekatan PDI Perjuangan selama ini dengan wong cilik adalah pilihan ideologi.
6.PDI Perjuangan perlu mengubah dirinya menjadi partai modern. Sebab, bila partai politik tidak dapat beranjak dari fungsi konvensionalnya yang sebatas perebutan kekuasaan semata, maka dalam konteks dinamika sosial yang ada, partai politik tidak akan menemukan makna perjuangannya. Kini, masyarakat tidak lagi memandang politik sebatas ikatan ideologis dan keyakinan semata. Masyarakat modern lebih melihat politik sebagai proses aktualisasi diri dan kepentingan mereka yang akan diwujudkan dalam bentuk kebijakan publik. Dalam hal ini apa yang disebut dengan partisipasi rakyat menjadi satu kunci dalam mengidentifikasi kiprah lembaga-lembaga sosial politik, dalam hal ini partai politik.
7.Seberapa jauh PDI Perjuangan mampu menuntaskan pekerjaan ideologinya untuk bersama-sama wong cilik melakukan perubahan ? Jawabannya tentu saja terletak pada semangat juang para pekerja partai untuk melakukan serangkain momentum politik yang mendekatkan wong cilik pada hakikat legitimasinya: pemilik kedaulatan yang berhak untuk hidup jauh lebih baik di negerinya sendiri. Dirgahayu PDI Perjuanagan, semoga ke depan lebih baik. Merdeka !!!!!
·Gambaran medan perang, berdasarkan survey, gerakan struktural partai, dukungan tokoh, militansi kader, dan gerak gotong royong seluruh kader Partai, maka jalan kemenangan Pasangan IRAMA, no 5, berada di depan mata. Kunci saat ini: penerapan strategi pemenangan pemilu pada H-11.
·Strategi tetap bertumpu pada gabungan serangan udara dan serangan darat dengan tetap fokus kepada pemilih. Fokus utama: daerah basis dan daerah padat penduduk.
KUNCI STRATEGI
Setiap peristiwa politik harus dirancang untuk mendapatkan keuntungan politik bagi pasangan IRAMA no 5. Dan TIDAK boleh ada kesalahan strategi dan kesalahan tindakan menjelang H-11 dimana intensitas persaingan semakin kuat.
Strategi adalah mengalahkan strategi lawan; memecah aliansi lawan; dan yang terburuk baru menyerang basis pertahanan lawan.
Fokus tetap gerakan ke pemilih: harus dibangun atmosfir/persepsi menang atau kuat untuk pasangan IRAMA serta kecurangan pasangan No 6. Ini harus menjadi pembicaraan di setiap kerumunan.
SERANGAN UDARA
·Serangan udara dilakukan melalui media cetak; radio; dukungan para tokoh; dan issue terhadap program yang membedakan pasangan IRAMA dengan pasangan lainnya.
·Motode: setiap hari harus ada 1 issue utama untuk setiap segmen pemilih yang disampaikan melalui media cetak dan radio. Pemberitaan di media cetak kemudian di kliping, diperbanyak, dan manjadi alat bagi seluruh struktural partai dan kelompok relawan untuk membagi copy berita tersebut ke masyarakat/ rumah-rumah.
·Rancangan pemberitaan:
Kamis, 16 desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen pemilih: pemuda dan mahasiswa
Pemuda dan mahasiswa adalah masa depan Pandeglang. Mereka harus dipersiapkan menjadi calon pemimpin yang berkarakter; yang memiliki tanggung jawab kemasyarakatan yang besar untuk membangun Pandeglang. Pelatihan kepemimpinan pemuda dan mahasiswa, serta melibatkan mereka dalam aktivitas sosial kemasyarakatan melalui pelatihan organisasi mutlak dilakukan.
Jumat 17 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen Pemilih: Pedagang pasar tradisional dan kaki Lima
Pasangan IRAMA menyadari bahwa tulang punggung perekonomian Pandeglang adalah rakyat kecil. Karena itulah, kami telah belajar dari Walikota Surakarta dan Surabaya, yang berhasil membangun kota yang manusiawai dan menjadikan pasar tradisional sebagai pusat transaksi perdagangan rakyat. Melalui APBD yang berpihak, maka pasar tradisional harus segera dibangun dan pemda memfasilitasi manajemen pengelolaan pasar yang bersih, aman, dan menempatkan pedagang pasar dan kaki lima sebagai prioritas pembinaan.
Walikota Solo yang berasal dari PDI Perjuangan telah membuktikan bahwa selama 5 tahun mampu membangun 13 Pasar tradisional dan melarang pendirian supermarket.
Sabtu 18 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen pemilih: Petani.
Press release pasangan calon.
Atas doa restu masyarakat Pandeglang, pasangan IRAMA, pasangan no 5, apabila diijinkan oleh rakyat untuk memimpin Pandeglang, maka bagi saudara-saudara para petani, kami bertekad:
·Meningkatkan kesejahteraan petani dengan meningkatkan produksi gabah dari ...ton/ha, menjadi ..ton/ha (pengalaman di Bantul, dari 4.5 ton menjadi 7 ton/ha) melalui penyediaan bibit unggul yang sesuai dengan kondisi tanah di Pandeglang; meningkatkan ketrampilan petani di dalam berproduksi melalui penerapan metode SRI; dan campur tangan pemda guna memberikan jaminan terhadap stabilitas harga gabah yang memberikan keuntungan petani; stabilisasi harga pupuk dan ketersediaan pupuk; serta perbaikan sarana irigasi
·Menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dengan memfasilitasi ternak sapi untuk rakyat. Peternakan sapi yang terintegraasi menjamin ketersediaan pupuk organik bagi petani.
·Kerjasama dengan perguruan tinggi diperlukan untuk tercapaianya program di atas; Disamping itu, rancangan kebijakan anggaran melalui APBD harus difokuskan untuk menopang program di atas.
Senin, 20 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Pembangunan Infrastruktur Desa
·Rakyat Pandeglang dikenal sifatnya yang suka bergotong royong. Ketika kami memimpin, kami menyadari bahwa dana pembangunan infrastruktur desa sangat terbatas. Namun pengaspalan jalan desa ini sangat penting sebagai bagian dari uratnadinya ekonomi rakyat. Krn itulah pembangunan infrastruktur desa akan dilakukan dengan melibatkan masyarakat desa. Pemda menyediakan material, alat berat dan standar upah untuk perbaikan jalan desa dengan cara gotong royong. Program ini selain meningkatkan pendapatan masyarakat desa, juga akan menjadi sarana pengangkutan hasil bumi.
·Perbaikan rumah rakyat yang layak huni akan menjadi skala prioritas. Kepemimpinan kami harus memastikan agar rakyat mendapatkan rumah yang layak dan sehat.
Selasa, 21 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen Pemilih: Ibu-ibu
Sudah terbukti, bahwa daerah akan maju, dan akan mencapai standar kesejahteraan dan kemandirian ekonomi rumah tangga, apabila pemerintah daerah memberikan perhatian yang lebih kepada kaum perempuan. Perempuan adalah sumber kebudayaan. “Selama kepemimpinan saya, tidak ada lagi Ibu-ibu yang kekurangan gizi pada saat melahirkan”. Peningkatan kemampuan produksi rakyat akan memprioritas pada pemberian ketrampilan Ibu-ibu. Kalau perlu kita akan datangkan para ahli dari Jawa Tengah, bahkan kita hrs memiliki kemampuan eksport. Ini semua tidak terlepas dari program menempatkan perempuan sebagai pilar kemajuan masyarakat Pandeglang.
Rabo, 22 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen pemilih: Ibu-ibu dan sekaligus peringatan hari Ibu.
Secara serentak di 5 kecamatan diadakan atraksi oleh para Ibu-ibu, bisa berupa kerja bakti merawat mesjid/mushola sekaligus masak-memasak; kepemimpinan perempuan; pemberdayaan ekonomi perempuan, maupun berbentuk karnaval dengan berjalan kaki bersama calon, melewati tempat-tempat strategis yang banyak kerumunan orang, dengan diiringi oleh kesenian Pandeglang dan Drum Band.
Kamis, 23 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen pemilih: Para budayawan
Sepesat apapun pembangunan tidak boleh melupakan ciri khas Pandeglang yang kental dengan nilai-nilai budaya dan religi. Karena itulah pengembangan kebudayaan Pandeglang tidak hanya berorientasi internal, namun juga eksternal untuk diperkenalkan ke provinsi lain, bahkan ke Mancanegara. Kesenian, atraksi debus, produk kerajinan, furniture dll yang khas Pandeglang dikemas menjadi satu kesatuan produk kebudayaan.
Jumat, 24 Desember 2010
ISSUE UTAMA
PESAN DAN KETERANGAN
Segmen pemilih: Guru;
Press release pasangan calon
Masa depan Pandeglang akan sangat ditentukan oleh kebijakan untuk menyiapkan generasi muda Pandeglang. Pendidikan yang membangun karakter, dengan dilandaskan pada kultur Banten yang religius, serta berorientasi pada peningkatan martabat rakyat agar siap bekerja secara mandiri mutlak dilakukan. Peningkatan pendidikan dan ketrampilan guru mutlak dilakukan. Kami akan bekerja sama dengan beberapa universitas untuk peningkatan kualitas guru.
·Serangan udara memalui media dalam bentuk pemberitaan tersebut pada saat bersamaan dilakuka pemutaran iklan melalui Radio seperti rekaman Pasangan calon; Ananta Wahana, dll sesuai segmen pemilih yang digarap.
Kriteria Keberhasilan serangan udara:
Serangan udara akan dinilai efektif apabila ketika petani di semua kecamatan ditanya program unggulan Pasangan IRAMA no 5 terhadap pertanian mereka dapat memberikan jawaban yang sama. Artinya pesan sudah ditangkap oleh segmen pemilih. Karena itulah SANGAT DILARANG untuk memberikan program terlalu banyak ke pemilih. Hanya 1 program, atau maksimum 2 program untuk setiap segmen pemilih. Demikian pula untuk segmen pemilih yang lain. Harus ada pesan yang sama yang ditangkap pemilih.
Manumen
Pada saat bertemu dengan kelompok masyarakat, pasangan calon juga dapat membuat monumen sederhana, atau menandatangani kontrak politik.
Misal ketika bertemu dengan pedagang pasar, calon dapat membuat monumen, berupa menandatangani Baliho kecil, dimana di dalamnya tertulis “Ketika kami dipercaya rakyat memimpin Pandeglang, maka pasar tradisional, ini akan kami perbaiki, kami bangun, kami benahi tata kelola manajemen Pasar. Pasar ini dengan demikian menjadi pusat perkembangan ekonomi rakyat. Dan kami berjanji untuk tidak memberi ijin pembangunan mal atau supermarket yang bisa mematikan pasar tradisional. Pembangunan pasar tradisional ini akan diprioritaskan kepada para pedagang yang sudah berdagang di pasar ini. Dan tidak diperlukan uang muka untuk menggunakan kios untuk berdagang. Semoga Allah SWT merestui niat tulus ini”. Baliho kecil tersebut kemudian ditandatangani oleh kedua calon, dengan saksi yang diambil dari pedagang yang dianggap tokoh di pasar tsb.
Baliho tersebut dapat dibuat untuk pengembangan peternakan; komitmen pada Ibu-ibu sesuai tema-tema serangan udara yang terdapat di tabel di atas.
SERANGAN DARAT
·Bentuk-bentuk serangan darat: penggalangan tokoh; memecah tokoh aliansi lawan; menggalang dukungan dari calon dan pendukung calon yang tidak punya prospek menang (dari hasil pilkada I); gerakan door to door mendatangi pemilih; dan operasi khusus pada H-1 dan hari H untuk membangun persepsi kuat.
·KPUD, PPK sampai KPPS serta kepolisian dijadikan variable pemenangan sehingga harus ada upaya penggalangan kepada mereka dengan target optimal mereka bisa netral terhadap jalannya pilkada
·Serangan udara dan serangan darat harus bisa membangun PERSEPSI MENANG. Kalau dari seluruh lini berkata: “pasangan no 5 paling kuat”, dan disisi lain dikatakan: “pasangan no 6, curang yang dibuktikan dengan hasil MK”, maka persepsi menang tersebut akan SULIT DITEMBUS oleh serangan fadjar.
·Kunci serangan darat: mendatangi langsung ke pemilih. Berbicara dan meyakinkan pemilih. Karena itulah serangan darat hanya bisa dilakukan oleh Partai yang memiliki kader militan. Terbukti bahwa gotong royong PDI Perjuangan jauh lebih besar daripada lainnya.
·Serangan darat diawali dari daerah padat penduduk, dan pada H-3 hanya berkonsentrasi pada daerah basis.
·SERANGAN DARAT JUGA SEMAKIN EFEKTIF apabila didukung oleh orang-orang yang dianggap tokoh dan memiliki ketrampilan berbicara, meyakinkan dan ketrampilan membujuk, YANG KEMUDIAN MENDATANGI PASAR, BANJAR, dan rumah-rumah tokoh lokal seperti ketua RT.
·Serangan darat sekaligus melakukan perkiraan perolehan suara.
Bagaimana Membagi Sumber Daya?
Dari pengalaman setiap orang mampu mendatangi 20 sd 30 rumah tangga per hari. Logistik dari tim serangan darat ini harus dilengkapi dengan dana operasional dan logistik berupa sticker dan kartu saku, dan contoh kertas suara.
Apabila tim memiliki pasangan serangan darat sebanyak 100 orang, maka penugasan tim tersebut di setiap kecamatan harus proporsional dengan jumlah penduduk. Misal di kecamatan Menes dimana prosentasi penduduk sekitar 40% yang tinggal di kec tersebut, maka tim serangan darat yang bertugas di kecamatan tsb sebesar 40 orang. 40 orang ini kemudian bergerak ke desa-desa di kec Menes secara proporsional. Adapun penduduk yang didatangi harus dipilih secara acak. Kecuali pada H-5, fokus serangan darat untuk emmantapkan basis dukungan (bukan melakukan ekspansi). Harap diingat bahwa menggarap segmen pemilih baru/pemilih baru dengan maksud ekspansi pada H-5 sudah tidak efektif.
PENGAMANAN TERITORIAL
Bentuk strategi lain pada H-3 adalah melakukan pengamanan teritorial, dimana desa atau kelurahan yang dipastikan memberikan dukungan ke IRAMA, harus dijaga oleh kader militan, termasuk satgas agar tidak di-infiltrasi oleh pasangan dari pihak lawan.
Pengamanan teritorial ini juga untuk menangkal money politic ytng dilakukan pada H-1. Apabila pihak lawan terbukti melakukan money politic, maka segera ditangkap; dilaporkan ke Panwaslu; dan diproses hukum. Jangan lupa segera membuat berita acara atas temuan kecurangan tsb.
INFILTRASI KE MUSUH
Menjelang H-7 sangat efektif untuk perang urat saraf dan infiltrasi ke musuh. Misal ada seorang camat yang nyata-nyata mendukung pasangan no 6, maka harus dicari orang yang disegani oleh camat tersebut. Orang tsb lalu mendatangi camat tsb dan menyampaikan bahwa terlalu bahaya dalam karirnya apbl terang-terangan mendukung no 6, dan menunjukkan hasil survey yang menempatkan calon no 5 sebagai pemenang. Orang tsb kemudian membujuk camat tersebut agar merubah sikapnya menjadi netral. Yang paling bagus apabila camat tersebut berbalik menjadi pendukung no 5 dengan jaminan dari pasangan no 5 untuk mendapatkan promosi apabila pasangan no 5 menang.
OPERASI KILAT
Operasi kilat hanya efektif apabila dilakukan pada H-2 sehingga tidak bisa ditiru oleh pihak lawan. Operasi kilat ini bisa berupa: komitmen anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan calon untuk memperjuangkan dana pemberdayaan RT sebesar Rp. 2 juta per tahun (tetapi tidak boleh ditandatangani calon). Yang membuat komitmen adalah anggota legislatif dari PDI Perjuangan untuk memperjuangkan hal tersebut apabila pasangan no 5 menang. Dan tugas tsb sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi aspirasi dewan.
Surat simpatik bisa ditujukan untuk petani; peternak sapi; Ibu-ibu; pura; tokoh adat dll.
WASPADA: MENTALITAS JUANG
Seluruh Tim kampanye dan komandan peran di seluruh tingkatan harus mewaspadai di dalam menjaga mentalitas juang dan spirit menang. Biasanya lawan akan memperlemah kita dengan sengaja membagi dana dalam amplop dalam jumlah besar. Misal Rp. 100ribu per amplop dan sengaja dibagi agar salah satu amplop tersebut diterima oleh ranting kita. Sering kali ranting dan PAC merasa panik bahwa lawan telah membagi uang, dan kita tidak. Hal ini harus diubah menjadi hal positif, bahwa money politik menunjukkan lawan sudah takut, dan kemudian dengan sistem insentif bahwa siapa yang menangkap money politik diberi hadiah. Disisi lain harus ada penjelasan bahwa money politik itu hanya untuk mengacaukan pertahanan kita.
PENUTUP
Kunci kemenangan terletak pada figur; strategi; koordinasi; dan kemampuan untuk terus menerus memotivasi team. Jalan kemenangan sudah di depan mata. Selamat berjuang!!! Merdeka!!!!
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera bagi kita semua
Om Swastiastu
Terimalah salam perjuangan kita,
Merdeka !!! Merdeka !!! Merdeka !!!
Saudara-saudara warga partai dan utusan Kongres yang berbahagia,
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan yang maha kuasa, yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan bagi kita untuk bisa menyelesaikan tugas-tugas dalam Kongres III yang sangat penting ini. Kita juga bersyukur karena telah dilapangkan jalan bagi kita, untuk menghasilkan berbagai keputusan yang bukan saja akan menentukan masa depan PDI Perjuangan, tapi juga bangsa dan negara Indonesia.
Pada kesempatan ini saya sekaligus ingin menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang mendalam atas kerja luar biasa utusan Kongres III yang telah menghasilkan keputusan-keputusan strategis. Saya juga ingin menyampaikan terimakasih dan mengungkapkan kebanggaan karena sekali lagi Kongres telah mempercayakan saya untuk kembali memimpin PDI Perjuangan untuk lima tahun ke depan. Kepercayaan dan tanggung-jawab ini, akan saya rawat dengan sebaik-baiknya.
Saudara-saudara,
Kongres telah memutuskan dengan sangat tegas sikap yang menjadi arah politik PDI Perjuangan. Kita telah memantapkan ideologi Pancasila 1 Juni 1945 sebagai jalan tunggal tanpa sedikitpun keraguan. Sebuah jalan bersama dan di tengah-tengah rakyat yang merupakan inti kekuatan kita, inti dari tugas sejarah kita. Kongres III juga telah menyempurnaan kerangka kelembagaan dan mekanisme kerja partai. Hal ini bisa menjadi wahana bagi PDI Perjuangan untuk menjawab persoalan-persoalan partai, masyarakat, bangsa, dan negara ke depan. Kongres bahkan telah menghasilkan program-program strategis guna meletakkan pondasi bagi perwujudan kembali Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berpekribadian secara kebudayaan. Program-program di atas adalah dasar bagi DPP partai dan jajarannya hingga ke anak ranting, dan pengelola partai di DPR RI maupun DPRD, dan eksekutif daerah dalam merumuskan kebijakan operasional dan dalam menjalankan kerja-kerja politik dan ideologis ke depan.
Dengan arah ideologis dan sikap yang jelas, kelembagaan dan mekanisme yang handal, dan program-program strategis yang lebih terukur, kita bias optimis menghadapi tahun-tahun yang sulit ke depan. Ini adalah tahun-tahun kebangkitan sebagaimana saya sampaikan dalam pidato pembukaan. Kita memiliki semua syarat yang diperlukan untuk bangkit; dan kita pasti bangkit.
Kader partai yang saya banggakan,
Sekalipun demikian, sejak awal saya harus tegaskan, jalan ideologis yang dipilih kita bersama adalah jalan yang keras. Jalan penuh godaan yang membutuhkan keteguhan hati untuk bisa terus melangkah ke puncak keemasan. Jalan ideologi menuntut hadirnya kader-kader militan sebagai penggerak. Kader-kader yang percaya bahwa di ujung paling akhir perjalanan panjang kita, telah menanti masa depan bersama yang lebih baik. Kita tidak mungkin melewati jalan ideologi bahkan hanya untuk selangkah sekalipun, kecuali setiap kita bisa menjadi suluh bagi massa rakyat. Tetapi lebih dari sekadar adanya kader militan, jalan ideologis menuntut kita untuk bekerja dalam gotong-royong dimana ringan sama dijinjing, berat sama dipikul; kita dituntut untuk bermusyawarah untuk mufakat dalam setiap keputusan yang kita ambil; dan kita diharuskan untuk terus percaya pada kekuatan dari bhinneka tunggal ika, kekuatan dari keragaman dalam kesatuan kolektif.
Saudara-saudara,
Lima tahun ke depan PDI Perjuangan pasti dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Kita harus mentransformasikan kepartaian kita, sehingga mampu menjawab perubahan jaman yang sangat cepat. Tetapi pada saat yang bersamaan, penyiapan tunas-tunas pemimpin baru partai dan bangsa harus bisa dituntaskan. Kita tidak mungkin menghentikan regenerasi. Ia adalah hukum alam yang pasti. Yang mungkin kita lakukan adalah mempersiapkan sebaik mungkin agar regenerasi bukan semata-mata menjadi sebuah proses pergantian usia. Ia harus sekaligus menjadi proses keberlanjutan tugas sejarah dan cita-cita masa depan yang tidak pernah terputus. Regenerasi adalah proses penyegaran dan kontekstualisasi fungsi partai sebagai alat sekaligus wahana ideologis perjuangan rakyat.
Hal ini perlu saya garis bawahi karena pengalaman bangsa ini membuktikan, regenerasi kadang berubah menjadi titik penyangkalan dan pemberontakan atas masa lalu. Padahal guru ideologis bersama kita, Bung Karno, dengan sangat lantang telah memperingatkan setiap anak bangsa tentang Jasmerah – bahwa kita jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Mengapa? Karena dalam sejarah seluruh jati diri kita tersimpan; dan dalam keberlanjutan tugas sejarah, eksistensi masa kini dan masa depan kita terus terjaga.
Sebagai Ketua Umum, saya akan menggunakan seluruh kewenangan dan kewibawaan yang saya miliki untuk memastikan regenerasi yang melampaui soal usia bisa diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Kepada sesama generasi saya serukan, marilah kita menyiapkan dengan sebaik-baiknya proses alih generasi yang pasti akan tiba ini. Marilah kita bersama-sama menciptakan lingkungan politik yang memungkinkan tunas-tunas baru dapat tumbuh, berkembang dan mencapai tingkat keindahannya dalam 5 tahun ke depan. Sementara kepada tunas-tunas muda partai dan bangsa, persiapkanlah dirimu agar tugas sejarah yang telah ditakdirkan kepada kita sebagai kekuatan politik, dapat diterima sebagai sebuah kehormatan yang akan dibela dan diperjuangkan dengan sekuat kemampuan jiwa dan hati, serta akal sehat saudara-saudara.
Saudara-saudara kader partai yang saya banggakan,
DPP yang baru saja saya lantik dimaksudkan untuk menjawab tantangan-tantangan di atas. Di pundak DPP baru agenda besar transformasi kepartaian dan regenerasi di atas dipertaruhkan. Saya berharap setiap anggota DPP menangkap dengan sebaik-baiknya bukan saja keputusan-keputusan yang telah diambil Kongres III ini, tapi seluruh suasana kebatinan yang mendinamisasi proses berkongres kali ini. Saudara-saudara bahkan dituntut untuk menangkap seluruh alur sejarah partai sebagai pegangan dalam kerja-kerja politik dan ideologis. Jadilah DPP Partai yang berkerja dengan tuntunan ideologis yang jelas. Jangan pernah mengkhianati takdirmu sebagai kader Pancasilais. Ingatlah pesan Bung Karno:
“Jangan setengah-setengah!
Siapa tidak mau hancur lebur, harus berjuang mati-matian, atau harus membanting tulang habis-habisan! Karena itu janganlah setengah-setengah, berjuang membanting tulanglah seperti ‘bukan manusia lagi’ – berjuang mati-matianlah dan membanting tulanglah habis-habisan seolah-olah kita ini malaikat-malaikat yang menyerbu dari langit.”
Apakah kalian sanggup?
Saudara-saudara yang saya cintai dan banggakan,
Sebelum mengakhiri pidato ini, ijinkan saya sekali lagi menyampaikan terimakasih kepada pemerintah dan rakyat Bali atas segala bantuannya yang memungkinkan penyelenggaraan Kongres III ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. Kepada aparatur keamanan, terimakasih dan penghargaan yang tinggi saya sampaikan. Kepada semua pihak yang telah membantu saya haturkan terimakasih mendalam. Kepada sahabat-sahabat Media, sekali lagi terimakasih atas keteguhan hati kalian membantu dan menyuarakan kepada publik di seantero nusantara, proses berkongres kali ini.
Untuk panitia, kalian semua telah membuktikan bahwa tidak ada pekerjaan yang berat dan mustahil jika kita bergotong royong. Terimakasih dan penghargaan yang tinggi saya sampaikan.
Akhirnya, kepada semua utusan Kongres dari setiap pelosok negeri, terimalah hormat dan terimakasih saya dan jajaran DPP yang baru. Doa saya menyertai kepulangan saudara-saudara ke daerah masing-masing. Sampaikan penghargaan saya pada setiap anggota keluargamu dan sampaikan salam perjuangan untuk setiap tetangga dan sesama kader PDI Perjuangan. Untuk kader PDI Perjuangan yang kini mendapatkan kepercayaan rakyat – para bupati/wakil bupati, walikota/wakil walikota, serta gubernur/wakil gubernur --, sampaikan salam hangat saya untuk setiap rakyatmu. Sampaikan kepada mereka dengan kepala yang tegak bahwa kita tetap adalah bagian dari suka-duka rakyat Indonesia.
Saudara-saudara,
Saya tidak tahu akan diberi hidup oleh Tuhan sampai umur berapa. Tetapi permohonanku kepadaNya ialah, supaya hidupku itu hidup yang manfaat. Manfaat bagi tanah air dan bangsa, manfaat bagi sesama manusia. Permohonanku ini saya panjatkan pada tiap-tiap sembahyang sebab Dia-lah asal segala asal, Dia-lah “purwaning dumadi”.
Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera bagi kita semua,
Om Santi Santi Om.
Merdeka!!!
Sekian dan terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Om Santi Santi Santi Om.
MERDEKA !!!
MEGAWATI SOEKARNOPUTRI
KETUA UMUM DPP PDI PERJUANGAN
MASA BAKTI 2010-2015